Demam Berdarah pada anak…

Di Tulisan kali ini mamak mau sharing soal pengalaman anak terkena DB (Demam Berdarah), sedih banget begitu tau anak kena DB, gak pernah ada dibayangan mamak saat itu…

Seminggu sebelum Althaf Terdiagnosa DB, hari pertama di minggu pertama itu anak ini sempet demam yang cukup tinggi selama 3 hari, mamak gak begitu khawatir mengingat anak-anak kalau demam itu pasti ya tembus di angka 40 derajat celcius, hari ke 4 demam turun ya seperti biasa kalau udah demam ya kasih penurun panas, perbanyak cairan dan istirahat.

Demam masih aman, meskipun tinggi ya dia cuek aja gak ada gelisah atau apapun paling cuma tidur aja, memang after demam itu setiap pulang sekolah dia langsung tidur bangun jam 5 sore ngaji abis isya udah tidur lagi wah terbaiq deh gak kayak biasanya, hari ke 4,5,6 demam gak naik lagi ya mamak pikir sudah sembuh deh ya.

Tetapi di hari ke 7 demam itu kembali datang dan ini kejadiannya disekolah, mamak di hubungin oleh Wali Kelasnya meminta mamak segera menjemput Althaf karena demam cukup tinggi, gak pake ba bi bu langsung buru-buru jemput Althaf, begitu sampe rumah after jemput mamak termo dan ada di angka 40 ya cukup tinggi, dirumah paksa makan dan lanjut minum obat kemudian tidur.

Keanehan dimulai, tiap tidur pasti ada gelisah teriak-teriak kayaknya badannya linu semua, badannya sakit gak nyaman juga mungkin dengan rasa demamnya padahal, biasanya demam tinggi pun dia gak gelisah kayak gini.

Hari ke 8 akhirnya mamak mutusin buat ke Dokter Sander langganan bocil, buat yang mau tau ada dimana aja nanti mamak kasih alamat dan jadwal prakteknya dibawah ini ya…

Didalam perjalanan mamak otw Dokter Sander, Althaf mimisan yang cukup banyak persekian detik, sebenernya selama demam kejadian mimisan ini bukan hal yang aneh ya, karena anak ini selaput hidungnya cukup tipis bersin aja bisa berdarah hidungnya karena robek selaputnya, yang tadinya mamak sempet mikir ada apa ya ini anak apakah demam biasa atau demam berdarah? tapi perasaan batin mamak ini gak bisa bohong mamak menduga ada yang aneh, karena biasanya palingan mimisan ya sekali dua kali dalam demam ini kok terus berulang dan puncaknya disekian detik selama perjalanan di mobil.

Karena mimisan itu akhirnya mamak coba buat browsing nyari gelaja-gelaja lain soal demam berdarah, dan ya salah satunya mimisan.

Pusing, iya anak ini juga mengeluh sangat amat pusing kalau udah kumat pusingnya dia bisa teriak-teriak dan gelisah parah, sampe kadang mamaknya suka ngoceh sendirian ini anak kenapa sih gak biasanya begini!

Begitu sampai dokter dan menjelaskan gejala yang dari awal demam di minggu pertama hari pertama  kemudian turun kemudian naik lagi, mimisan berulang akhirnya Dokter Sander bilang “kalau plana kuda biasanya begitu demam turun menjadi pendarahan, berbeda dengan ini yang demam turun kemudian naik lagi baru terjadi pendarahan” akhirnya di diagnosa Radang Tenggorokan, Pilek dan Batuk.

Karena mamak takut demam berdarah jadi mamak kekeh minta rujukan lab yang akhirnya dikasih dan tepat di hari minggu mamak coba cek lab ke prodia dan drama dimulai!

Apa saja dramanya? Yuk simak!

Pengambilan darah cukup drama, drama disini bukan prodianya bertele-tele ya moms, tetapi Althafnya yang cukup drama takut padahal biasa dia diambil darah karena dulu sempet rutin cek adb.

After dicek darah kita harus menunggu sekian jam untuk mengunggu hasil keluar, karena mamak gak mau nunggu diprodia seperti biasa mamak memilih di emailkan saja hasil lab tersebut atau melihat hasil lab online.

Otw pulang after cek lab, kita berinisiatif makan dulu di salah satu resto kesenengan bocil, ya maksud hati agar si Althaf mau makan. Tapi ternyata masih mogok makan sambil menunggu adiknya makan mamak dapet telp dari prodia (kirain hasil sudah keluar) ternyata hasil trombonya rancu karena bergumpal, ada dua kemungkinan disini kemungkinan tromobositnya sudah ngedrop banget atau karena si Althaf tegang saat pengambilan darah.

Akhirnya kami memutuskan kembali untuk dicek ulang (tentu saja kita tidak diminta untuk membayar tambahan atau dikenakan biaya lagi ya moms, ini udah gak bayar-bayar lagi). Pengambilan darah kedua selesai dan kami pulang kerumah sambil H2C menunggu hasil lab.

Sekitar jam 1 siang mamak kaget kalau DB nya positif dan Trombositnya turun banget, gak pakai basa basi kita coba hubungin Dokter Sander berharap kita bisa rawat di rumah sakit biasanya dokter praktek (antara Brawijaya dan Rspi) ternyata Beliau akan cuti, alhasil beliau menyarankan untuk segera dirawat di lokasi dekat rumah saja (beliau tau saya dibogor), setelah berfikir dan coba tanya beberapa temen untuk compare perawatan di 2 rumah sakit dibogor yak beberapa teman menyarankan “PMI” saja dan yah ahamdulillah kami berada di Rumah Sakit yang tepat.

Saya langsung ke UGD/IGD saya berikan hasil lab dan chat rujukan dari Dokter Sander yang memang menyuruh kami untuk segera ke Rs (fyi Althaf cukup letoy saat itu).

Selingan mamak bahas plusnya Rs PMI bogor dulu ya :

  • UGD/IGD nya nampaknya dibedakan antara anak-anak dan pasien dewasa serta pasien gawat.
  • Perawat bagian labnya cukup lihay menangani anak sehingga tidak banyak drama saat itu.
  • Sistem pembayarannya sangat dipermudah, saya tidak diminta melakukan deposit saat itu juga, akan tetapi saya diperbolehkan menyelesaikannya 2x24jam seingat saya jadi saya cukup dimudahkan karena saya membawa bayi saat itu dan suami saya juga gak bisa ninggal-ninggalin Althaf diruang UGD/IGD sementara saya sibuk dengan Dean.
  • Untuk ruangan saat itu saya dapat di VIP paviliun SUJUDI yang mana ini menurut saya ekslusif di PMI, karena ruangannya yang beda sendiri alias terpisah.
  • Dalam kamar silver 01, saya mendapatkan pelayanan yang super baik, perawat dan servis kebersihannya cukup baik, tersedia kitchen set atau lemari makan lah atau dapur embuh, serta mendapatkan perlengkapan makan, gelas, cangkir, bahkan buah satu piring (ya kalo di hotel kayak welcome drink gitu kali ya) ehehe.
  • Dan anak-anak mendapatkan baju ganti setiap hari (beberapa rs tidak menyediakan ini atau ada yang beralasan tidak menyediakan baju anak-anak).

Oke lanjut lagi ke cerita Althaf Demam Berdarah!!

Hari pertama di Rs cukup drama karena anak ini masih tidur aja, belum mau makan dan kurang minum.

Sebagai emak-emak yang keder, dan pengen cepet anaknya pulang kerumah karena mamak bawa adeknya yang bontot ke Rs bahkan ikut nginep itu rasanya sedih banget.

Mamak beli angkak dan sari kurma lewat tokopedia serta minta dikirim secara instant lewat gojek untuk diberikan ke Althaf saat itu.

Karena infonya angkak mempercepat kenaikan trombosit, meskipun yang mamak tau biasanya kalau DB itu akan turun trombositnya hingga hari ke 5 kemudian akan naik dengan sendirinya ketika trombosit sudah naik maka trombosit akan naik terus. Jadi pemberian angkak pun diragukan (menurut perawat sih begitu). Makanya mamak punya angkak ya mamak umpetin kedalam kitchen set RS. Ehehe

Hari ke 3 anak bontot dijemput paksa sama yangtinya karena kasihan dia tidur di Rs, mamak pun tidur uring-uringan hiks dan berharap hari ke 4 wajib pulang!!

Setiap hari Trombosit di cek, dan hasilnya semakin turun sejak hari pertama dirawat Sampai hari ke 3.

Hari ke 4 dicek dan mulai naik trombosit si Althaf. (Hari ke 4 ini hitungan hari di rawat ya, jadi althaf itu hari pertama di rawat sudah hari ke 2 perkiraan trombosit turun makanya mimisannya sudah heboh).

Dan drama dimulai dokternya lama banget datengnya lama banget visitnya bikin mamak stress. Entah gue susah banget nemuin dokter yang bisa sehati sama mamak beranak 3 ini, kenapa? Dokter Sander itu kalau visit keruangan menjelaskan tidak buru-buru, semua yang saya tanya dijawab dengan jelas meskipun dipolinya pasiennya membeludag tapi kami yang dirawat mempunyai hak yang sama gitu loh. Padahal dokter yuswiadhi ini pas kontrol Althaf cukup sangat jelas dan detail penjelasannya tapi kenapa kalau visit kayak keburu-buru pulang ditunggu istri pak. Hiks… semoga bisa lebih baik ya pak ✌🏻

Akhirnya jam 3 sore dokternya visit menginfo boleh pulang asal nanti kontrol ya.

Lalu selama di Rs treatment apa saja yang diberikan Dokter Yuswiadhi? Selama di Rs pemberian Parasetamol Berkala 4 jam sekali karena dimasa-masa trombosit turun demam akan turun naik.

Apakah pemberian Antibiotik Diperlukan? Tidak!! Dokter yuswiadhi tidak memberikan obat Antibiotik selama Althaf dirawat karena demam berdarah

Pemberian obat FLU DAN BATUK, Iya karena Althaf saat itu disertai Flu dan Batuk yang cukup menyiksa bahkan pileknya cukup mengganggu jadi diberikan obat tambahan.

Infus cairan, agar Althaf tidak dehidrasi karena susah minum mulutnya banyak sariawan, tetapi tetap kami paksa untuk minum.

Jadi apa saja CIRI DEMAM BERDARAH yang di rasakan Althaf kemarin?

  • Demam yang cukup tinggi dan turun naik, biasanya demam cukup mengganggu di malam hari.
  • Mimisan yang berulang. (Meskipun althaf memang suka mimisan karena selaput hidungnya tipis tapi tidak semengerikan saat itu)
  • Sakit kepala yang sangat hebat, kalau sakit kepala dia teriak-teriak bikin emaknya ikutan teriak.
  • Linu dibeberapa bagian tubuhnya, menurut pengakuan si Althaf.
  • Tidak adanya Ruam seperti ciri khas demam berdarah, karena biasanya anak-anak yang terkena demam berdarah memiliki ciri yang khas ruam dikulit tapi tidak dengan Althaf.
  • Mulut pecah-pecah, bahkan sariawan di gusi.

Sekarang, mamak jadi parno setiap habis mandi mamak semprotin anak-anak pakai anti nyamuk khusus agar terhindar dari demam berdarah, ya ikhtiar jika memang dikasih rejeki sakit lagi ya di nikmatin.

Yah segitu dulu cerita mamak soal demam berdarah, semoga bermanfaat buat semua ya.

Semoga kita semua diberikan kesehatan dan umur yang panjang, Aamiin.

Salam,

@mommykece_

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *