Perjalanan Hipospadia Mas Althaf

 

 

Sebelum masuk ruang operasi.

 

Setelah mama sharing goal Hipospadia di instagram akhirnya banyak banget mamak di DM sama orang-orang yang ngalamin kondisi Hipospadia mulai dari yang ringan sampai kasus berat, bahkan ada yang bilang “itukan aib mom kenapa dishare?” disini saya sekaligus menegaskan “INI BUKAN AIB”

Perlu diketahui ini keistimewaan yang Allah kasih ke Althaf agar mamak lebih banyak belajar sehingga mamak juga bisa berbagi cerita soal yang tadinya banyak orang gak tau kondisi ini menjadi tau kondisi ini.

lanjut, mamak edit tulisan ini agar temen-temen semua lebih gampang membacanya ya.

Kapan sih mamak tau kalau mas Althaf itu istimewa atau hipospadia?

Sebenernya mamak tau sudah saat anak ini lahir, kalo ditanya bentuknya (seperti bayi yang sudah disunat). Karena tidak merasa berkhitan sejak bayi maka mamak udah notice ada yang berbeda pada kelamin si anak. mamak ngebandingin sama dua keponakan laki-laki yang pernah mamak urus. Jadi mamak sempet galau “kok berbeda”, waktu si anak lahir dia sempat masuk NICU karena satu hal bukan karena keistimewaan kelaminnya ya, disitu mamak sempat menanyakan dengan Dsa yang memang standby di NICU dan beliau menyatakan “enggak kenapa-kenapa buktinya pipisnya masih dikepala penis”. Baik akhirnya mamak santai banget nanggepinnya, tapi namanya perasaan seorang ibu enggak bisa dibohongin gais. Gak sampai disitu mamak pindah Dsa kedua beliau bilang “enggak apa-apa mama ini kan lubang pipisnya gak masalah”. Akhirnya mamak berfikiran kalo semua ini memang aman, udah dua Dsa yang info gpp. Singkat cerita karena suatu hal mamak pindah ke Dsa lain dan mamak nanya bilang ke Dokter ke Tiga ini “dokter ini mikro penis bukan sih?” beliau bilang “bukan!! tapi ini gak bisa di sunat biasa bu harus dengan dokter bedah coba ya ibu ke Dr.Arry Rodjani di RSPI ya, nanti saja nunggu anaknya siap jangan sekarang”. saat itu usia anak mamak sudah 3 tahun. Menurutnya karena pipisnya tidak masalah juga jadi gak perlu buru-buru untuk memutuskan untuk berkhitan, karena bagaimanapun pasti membutuhkan koreksi si penis dan karena masa penyembuhan akan lama sekali takutnya si anak jadi trauma dan tidak siap kalau anak tidak siap penyembuhan akan lama.

Lanjut,

Selang berulang tahun, tepat di usia 7 tahun lebih 2 bulan si anak meminta sunat. Akhirnya, mamak dan bapaknya buru-buru buka buku yang ditulis nama dokter yang diarahkan Dokter Sander, Dokter anak ku selama ini, kemudian kami bikin janji dengan Dokter Arry Rodjani setelah 1x batal bikin janji karna Dokter Arry sedang ada urusan akhirnya di perjanjian ke 2 mamak berhasil ketemu dengan beliau.

persiapan operasi, diukur dulu suhunya, cek darah, tensi dengan didampingi dokter anak.
persiapan masuk ruang operasi, disini agak molor 2 jam hehe

Kesan pertama ketemu Dokter Arry Rodjani ini adalah dokter yang sangat cool. Ehehe percaya atau tidak Althaf yang tadinya agak susah untuk berinteraksi dengan orang baru langsung manut masuk ruangan, tiduran dan diperiksa biasanya agak malu-malu kucing, apalagi memperlihatkan bagian yang sangat intim. Entah karna pembawaan Dokternya yang bikin nyaman atau memang Althafnya yang sudah sangat siap untuk berkhitan (yess di awal dia taunya dia berkhitan).

Begitu diperiksa, Dr.Arry Rodjani pun bilang, ini gak terlalu perlu banyak perbaikan tipe granular (sambil menggambarkan) bahwa kasus Althaf masih bisa dikatakan ini masih ringan sekali kok, tidak perlu dibuatkan saluran kencing baru, karena pada kasusnya Althaf kondisi lubang pipis hampir tepat pada posisi yang normal bahkan hampir normal akan tetapi agak kebawah dan agak sempit, memang terlihat agak bengkok karna ada tali mengikat diantara buah zakar dan penis. (sengaja di bold agar yang baca nanti gak perlu membahas ini lagi atau menanyakan ini lagi).

Lalu apa yang harus dilakukan?

Mengkoreksi  lubang pipis agar lubang pipis menjadi lebih besar dan merekonstruksi (melepas) tali yang mengikat dibawah penis dan buah zakar agar tidak terlihat bengkok lagi.

Berapa Biaya yang mamak keluarkan untuk Operasi Hipospadia?

Iya pertama yang saya tanyakan selain prosedur operasi adalah biaya, kemudian Dr.Arry menyerahkan selembar kertas berisikan tulisan yang saya gak ngerti hehe, untuk dibawakan ke kasir lantai bawah untuk mengetahui estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk operasi hipospadia jenis Althaf. Jadi berapa biaya yang saya keluarkan? karena banyak sekali yang menanyakan hal ini bolak balik lama-lama mamak pegel juga jadi mamak share sekalian disini ya. Biaya yang mamak keluarkan untuk operasi Hipospadia, dengan menggunakan kelas VIP dan 2 malam menginap di Rumah Sakit sebesar 60jt rupiah. harga itu sudah termasuk biaya lab sebelum tindakan operasi. FYI tindakan operasi ini dibulan Januari 2018, dan saya diingatkan oleh kasir bahwa februari 2018 biaya operasi akan naik sekitar 20% berikut dengan harga kamarnya, artinya kenaikan menyeluruh.

Berapa lama Operasi Hipospadia dilakukan? 

Nah ini banyak banget yang nanyain ini, sekalian deh mamak bahas disini. Operasi kurang lebih dilakukan sekitar 2 jam, jadwal kemarin harusnya pukul 19.30 akan tetapi karena dokter Arry Rodjani ada tindakan mendadak akhirnya sedikit molor. Fyi buat saya tidak masalah untuk waktu yang molor karena saya yakin disetiap detik dan waktu yang sudah disiapkan Allah itu waktu yang terbaik. Akhirnya operasi dilakukan pukul 21.00 dan selesai pukul 23.00. Begitu selesai tidak langsung dibawa keruang rawat, akan tetapi dipos kan dulu di ruangan pemulihan sampai anak tersadar dari obat bius. FYI jangan heran juga karena si anak ada penjepit dilidah agar lidah tidak menutupi pernafasan sesaat sedang tertidur dalam pengaruh obat tidur. Begitu tersadar penjepit lidah akan terlepas kok. Dan satu hal lagi selama masa pemulihan diruangan itu anak pun diberikan selimut hangat jadi anak tidak kedinginan.

Dimana Operasi Hipospadia dilakukan? 

Operasi dilakukan di Jakarta Selatan, tepatnya di Rumah Sakit Pondok Indah atau singkatnya RSPI.

Kemudian apa saja yang ditanyakan dengan Dokter Arry Rodjani saat persiapan Operasi?

  • Saya tanyakan lagi berapa lama kira-kira untuk menginap di rumah sakit
  • Menanyakan masa penyembuhan berapa lama? Beliau mengatakan masing-masing anak kondisi pemulihannya berbeda jadi tidak dapat dipastikan, untuk luka sih cepet ya tapi untuk normalnya keseluruhan paling tidak kurang lebih 3 bulan, nanti after tindakan operasi akan dicek kembali.
  • Apakah saya langsung menentukan jadwal operasi? Tidak, saya tidak lantas langsung menentukan jadwal operasi, tapi saya kebawah melihat biaya estimasi (perkiraan) biaya operasi mulai dari kamar rawat dan biaya lain-lain, oh ya saya menggunakan kelas VIP dikarenakan pastinya ingin tingkat kenyamanan terjaga apalagi pasca operasi takutnya si anak tidak nyaman dengan sekitar dan mempertimbangkan saya bawa adik nya Althaf saat itu jadi kenyamanan saya pertimbangkan.

Pernah gak setelah tau biayanya dan ketemu dokternya kepikiran untuk nyari dokter lain?

Ya kami sempat mencari Dokter urologi yang berkompeten dibidangnya lagi digoogle dan dibeberapa kenalan teman-teman yang paham akan kondisi Althaf, tetap jatuhnya ke beliau Dr.Arry Rodjani bahkan sampe video di Youtube pun selalu ketemu beliau membahas Hipospadia.. oke ini jawaban, sehingga saya dan sumi DEAL untuk oke kita kembali lagi ke Dr. Arry Rodjani untuk bikin jadwal tindakan. kemudian saya berfikir “untuk apa saya mencari dokter lain toh dokter ini untuk pertemuan pertama dengan Althaf aja udah sangat-sangat klik dan klop sama kita terus ngapai sih kita buang-buang waktu?”

Kemudian kami kembali dengan yakin dan meminta tanggal 28 january 2019 dilakukan tindakan operasi pada Althaf, dan keluarlah estimasi tindakan lagi, ya harga berubah lumayan jauh dari angka pertama. Bayangkan dari keluar estimasi biaya 30jt dan finish di angka 50 sekian juta saat itu. Ya ini perlu digaris bawahi nominal itu masih estimasi bukan FINAL!

Begitu di hari dimana Althaf tindakan, kami dipertemukan dengan Dsa yang memang menggantikan Dsa anak-anak karna Dsa anak-anak Dr. Sander. D Teddy Sp.A sedang tidak praktek (salahnya saya enggak koordinasi dulu dengan Dokter Sander saat booked tanggal). Tapi jangan sedih ada juga Dsa pengganti enggak kalah enaknya diajak konsultasi yaitu, Dr. S Harry Purwanto. Sp.A (K). Beliau ramah sekali dan anak langsung dekat, beliau cukup menenangkan bahwa Althaf anak yang hebat dan akan baik-baik saja.

Tidak sampai disitu, ada dokter anastesi yang visit juga sebelum tindakan operasi berlangsung beliau adalah Dr. Cristopher Kapuangan Sp.An K.A.P.  Beliau juga cukup menjelaskan tindakan anastesi yang akan dilakukan dan berpuasa sebelum tindakan kurang lebih 4-6 jam. Tidak makan dan tidak minum tapi untuk kondisi Althaf 4 jam saja cukup, jangan terlalu banyak makan besar takutnya mual saat tindakan pembiusan. Minum boleh tapi air putih saja (jelas Althaf bersorak-sorak secara makan adalah hobby terindah dia).

Anastesi yang diberikan seperti apa?

Tindakan anastesi dilakukan diruangan operasi sebelum tindakan. Setelah anak tertidur, yang pertama si anak disuruh menghirup uap seperti teknik inhalasi. Nanti begitu anak tertidur akan dilakukan pembiusan total dengan menyuntikan dibagian tertentu.

Apakah bisa menemani si anak saat dioperasi?

Semua tergantung kebijakan Dokter dan Rumah Sakit tentunya. Kemarin saya hanya diizinkan untuk menemani masuk dari ruang persiapan operasi sampai masuk keruang operasinya sampai si anak tertidur menghirup obat bius, begitu obat bius bekerja dan si anak tertidur pulas maka saya pun dipersilahkan keluar. Dan menunggu diruang tunggu, saya akan dipanggil lagi begitu operasi selesai dan kembali menemani diruangan pemulihan.

Apakah bertemu dokter setelah operasi selesai? 

Ya sudah pasti  Dr. Arry Rodjani menemui kami untuk menjelaskan operasi berjalan baik-baik saja, dan apa saja yang di lakukan didalam sana, kemudian apa yang harus kami lakukan after operasi. Alhamdulillah tidak ada pantangan sudah boleh langsung pipis jika si anak sudah sadar dan meminta pipis, menjelaskan obat-obatan yang diberikan juga untuk menunjang penyembuhan after operasi.

Begitupun dengan dokter anastesi Dr. Crishtopher, beliau memberikan info bahwa semua berjalan dengan lancar. yang saya ingat dari beliau menyarankan saya untuk “Membangunkannya bertahap jangan dipaksa nanti pusing, boleh langsung makan tapi better tidak makan makanan berat dulu mungkin boleh biskuit atau roti dulu, besok pagi baru boleh berikan makanan berat, obat anti nyeripun diminumkan”. Dan enggak neko-neko obat yang dikasih only tempra, proris secara selang seling 4 jam sekali. (Jadi contohnya sekarang tempra kemudian 4jam kemudian proris begitu)

Bagaimana proses after operasi kemarin?

Tidak ada yang bagaimana- bagaimana, semua berjalan apa adanya normal tanpa ada yang perlu dikhawatirkan. Anak sudah bisa langsung pipis ke kamar mandi karena tidak ada pemasangan kateter.

Esoknya masih dalam kekuasaan obat bius jadi bangun cuma pipis dan tidur lagi, belum mau makan karena matanya lebih berat. Dia bangun hanya makan satu suap sampai dua suap kemudian minum obat pereda nyeri kemudian tidur lagi.

After operasi rewel atau tidak?

Tidak, sama sekali tidak rewel. Semua baik-baik saja, bahkan diluar ekspektasi saya. Ya, karena saya sempat menyiapkan diri saya jika si anak rewel bagaimana dan sempet ketar-ketir ketakutan sendiri ngadepin kerewelannya. Ternyata semua baik-baik saja dan sangat baik-baik saja.

 

setelah keluar dari ruang operasi dan masih diruang pemulihan

Kalau ada yang nanya kok bisa? Saya gak tau apakah karna anastesinya sebagus itu atau emang ambang batas sakit orang itu berbeda-beda. Atau mungkin biusnya sebagus itu saya gak ngerti yang saya hadapin semua sebaik itu dan sangat berjalan dengan baik-baik saja.

Apa saja larangan after operasi?

Enggak ada banyak banyak pantangan, makan pun tidak ada pantangan, mandi juga kemarin boleh dihari ke 2 (karena suster salah info tapi gak ada masalah sama mandi yang terlalu cepat kemarin). Namun setelah itu disuruh enggak mandi dulu sampai hari ke 4. BAK pun harus tetap disiram air luka bekas operasinya (proses ini tuh sama aja dengan khitan untuk kondisi granularnya Althaf), hanya saja tidak boleh main sepeda dulu kurang lebih sampai 3 bulanan. ehehe (ini berat buat Althaf) karna sempet kecolongan sekali dua kali buat naek sepeda, herannya dia seperti tidak kelihatan after operasi.

Obat apa saja yang diberikan oleh dokter after operasi?

  • Parasetamol dan Ibu profen (pereda nyeri) yang diberikan secara selang seling per4jam sekali.  Oh iya setelah pulang kerumah yang dibawakan hanya Parasetamolnya saja ibu profennya tidak dibekali kerumah. Tetapi setelah anak pulang kerumah dan terlihat seperti tidak ada rasa sakit maka pemberian pereda nyeri ini saya hentikan.
  • Antibiotik cuma diberikan sampai 5 hari, karna dihari kedua diberikan lewat infus jadi yang oral cuma 5 hari dihabiskan.
  • Saleb Steril (saleb mata gitu deh) ini dioleskan sesudah pipis dan sesudah mandi tipis-tipis.

Jadwal kontrolnya berapa kali setelah operasi?

  • Minggu pertama after operasi, dan  Althaf kontrol hasilnya sudah baik-baik saja, dokter memberikan tambahan obat oles untuk luka bekas jahitan yang masih terlihat disekitaran penis. Oh iya Althaf selama 2 minggu full menggunakan celana batok bahkan sekolahpun dia masih menggunakan celana batok. (Saya takut ketendang temennya ya maklum namanya laki-laki). Dokter juga menginfokan bahwa bentuk penis akan bagus bertahap after 3 bulan operasi.
  • Kontrol 3 bulan kedepan, update ya sudah kontrol dan semua baik-baik saja.
  • Kontrol 1 tahun after operasi, nanti saya update disini ya karena jadwalnya masih akhir january.

Pertanyaan pertanyaan lain juga saya share sekalian disini biar gak misah-misah.

Perlu berapa kali Operasi?

Anak saya hanya memerlukan 1 kali operasi saja, menurut Dokter Arry yang menanganinya kemarin. kasusnya Althaf sama lah dengan Berkhitan pada umumnya cuma prosesnya harus dengan Operasi dan ada sedikit koreksi.

Bisakah operasi Hipospadia menggunakan BPJS?

Tentu saja bisa, tinggal mencari rujukan rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. Ada beberapa teman-teman hipospadia yang bahkan kasusnya lebih parah dari anak saya biaya dicover BPJS.

Kenapa saya tidak menggunakan BPJS?!

Ini banyak banget yang nanya, bahkan ada yang bilang sombong ke saya karena saya tidak menggunakan BPJS. Saya jelaskan disini ya kenapa saya tidak menggunakan BPJS.

  1. Karena dari awal saya berniat untuk ke RSPI yang mana setau saya tidak bekerja sama dengan BPJS.
  2. Rspi termasuk akses yang gampang dari rumah saya dibogor, masuk tol dan keluar tol enggak jauh jadi saya tidak mencari Rs lain saat itu yang bekerjasama dengan BPJS.
  3. Rujukan ini atas perintah dokter anak saya sehingga saya menuruti dan dokter yang ditunjuk sudah biasa menangani kasus Hipospadia.
  4. Penting, karena saya menginginkan jalur cepat tanpa harus menunggu, karena beberapa info dari teman yang menggunakan BPJS kita harus menunggu jadwal untuk operasi tetapi ada beberapa yang langsung diberikan jadwal.
  5. Tidak bisa mengantri terlalu lama karena saat itu saya punya bayi, penggunaan BPJS kita harus tau kemana step-stepnya yang harus kita datengin untuk mendapatkan jadwal operasi jadi saya memilih untuk menggunakan jalur pribadi ya moms.

Banyak yang nyinyir gak moms? (ini buaaanyak banget yang nanya)

Buanyaak sekali, contohnya deh ya

  1. Kok dirumah sakit mahal?
  2. Halah itu sih bisa-bisa ibunya saja yang pengen anaknya di sunat dirumah sakit lha wong di klinik saja bisa!
  3. Banyak gaya buang-buang duit!

Dan masih banyak hal nyinyir lain yang saya terima, kemudian apa jawaban saya? jawaban saya “ORA URUS! operasi pakai uang kami, yang bayar rumah sakit kami yang habis uangnya kami terus kalian ngapain? nyinyir? kurang bahagia hidup kalian”

Ada beberapa pertanyaan tambahan di instagram soal perasaan saya, Bagaimana perasaan saya ketika anak di diagnosa Hipospadia?

Jujur saja saya tidak seberapa kaget hanya saja saya baru tau ini namanya hipospadia, kok saya gak kaget? iya karena saat itu penis anak saya terlihat nampak seperti di khitan padahal belum berkhitan saat sesaat dilahirkan. Terus bagaimana perasaan saya? saat itu saya biasa aja kemudian mengumpulkan info sebanyak mungkin tentang hipospadia dan cerita-cerita hipospadia dari dalam negeri ataupun luar negeri. Saya mencari info sebanyak-banyaknya dan bercerita terbuka ke anak saya tentunya. Dan yang paling penting saya merasa hal ini perlu diinfokan dengan temen-temen diluar sana karena banyak temen-temen yang belum tau apa itu hipospadia. Justru saya bersyukur diberikan keistimewaan ini karena dengan ini saya bisa berbagi cerita tentang hipospadia, orang-orang yang tidak tau menjadi tau apa itu hipospadia. moms, HIPOSPADIA BUKAN HAL YANG MEMALUKAN tetapi HIPOSPADIA BISA DIKOREKSI.

Bagaimana saya meyakinkan anak saya bahwa dia berbeda?

Berbeda? tidak ada yang berbeda, anak saya laki-laki yang sama dengan laki-laki lainnya, hanya saja perlu sedikit koreksi pada bagian vitalnya dengan cara operasi dan sekalian berkhitan. Kenapa harus dioperasi sedangkan temannya dikhitan diklinik langsung pulang kerumah? ya karena kamu istimewa, perlu tindakan lebih untuk kasus istimewanya kamu, dirumah sakit dioperasi agar terjaga semuanya. Agar diberikan obat yang terbaik, dokter yang terbaik, dan kalau sakit ada dokter yang langsung ngobatin.

Perlukah berbohong untuk tindakan ini?

Tidak!, karena saya tidak mau ada kekecewaan anak saya atas tindakan operasi ini. Jadi kalau dia tanya “sakit atau enggak” saya akan mengatakan “sakit tapi sedikit, mas Althaf kan anak hebat jadi ya pasti berani”. Dan cara ini sangat terbaik saat itu. Jadi saran saya, jika anak moms sudah seusia anak saya dan sudah bisa di sounding maka saran saya jangan pernah membohongi anak, jangan pernah juga untuk menakut-nakutinya ya. Keterbukaan itu sangat diperlukan loh moms.

Ada juga beberapa curhatan temen-temen yang anak-anaknya hipospadia loh, contohnya….

  1. Saya tidak tega mom, kayaknya saya gak akan melakukan tindakan operasi deh, kasihan soalnya. “Please mom, kenapa harus enggak tega? ini itu kasus yang perlu ditindak lanjuti. Ini itu organ vital, kalau saya lebih baik saya lakukan yang terbaik saat ini daripada saat dewasa menyesal. Saya dapet curhatan dari 2 laki-laki yang usianya cukup matang untuk menikah, ya dua diantaranya HIPOSPADIA dan mereka tersadar setelah membaca share saya di instagram saya. Satu diantaranya berusia 22 Tahun dan baru sadar bahwa dia Hipospadia, menurut cerita dia sudah berkhitan namun lubang pipisnya tetap tidak berubah, yaitu ada ditengah batang penis, yang tentu saja kasus ini bukan kasus yang ringam. Kasus kedua seorang laki-laki beriusia 25 atau 26 Tahun yang siap menikah namun baru sadar bahwa dia Hipospadia setelah membaca postingan saya. Dan mereka berdua segera memastikan apakah benar mereka Hipospadia atau bukan dan ternyata diagnosanya adalah mereka Hipospadia. Bayangkan moms jika anak ini anak moms? selain mereka sudah dewasa dan kasihan dengan mereka, lainnya adalah operasi Hipospadia dewasa ini bukan biaya yang ringan.” 
  2. Saya gak punya uang mom, padahal disuruh operasinya kalau anak usia 3 Tahun tapi kayaknya saya gak mampu. “Please daftarkan diri anda dan keluarga BPJS gak usah pakai kelas yang paling tinggi kalau memang sangat memberatkan, pakai yang paling bawah saja. Dan gunakan BPJS sesuai prosedur yang ada, yang mudah gak usah dipakai ribet” 
  3. Kata orangtua saya anak saya sudah disunat mom, katanya disunat JIN. “Nah ini yang saya juga pernah alami, orang-orang yang nengokin anak saya waktu lahir banyak yang bilang keren sudah disunat jin! karena pada kasus granular ini penis seperti sudah terbuka dan tersunat loh. Terus kami percaya? enggak donk hari gini percaya gituan? logikanya dimana? yuk belajar lagi.

Jadi begitulah cerita hipospadia yang anak saya alami, ini kasus bisa diperbaiki kalau memang perlu diperbaiki secara tuntas kenapa harus menunggu nanti? kalau anak dari moms semua perlu dioperasi dengan segera lakukan segera, jika memang dokter menunda karena usia anak masih cukup bayi atau ada hal lain yang perlu dipertimbangkan ya turuti saja dokter yang menangani. Jika kurang puas dengan diagnosa dokter bagaimana? cari dokter lain untuk second opinion.

Please untuk lebih aware, untuk tidak mengatakan “tapi” dengan kasus-kasus seperti ini ya.

Kenapa saya mau sharing pengalaman ini? Karena masih banyak orang yang belum tau apa itu hipospadia, banyak juga orang yang tidak aware dengan hipospadia. Sehingga meniatkan saya untuk sharing perjalanan hipospadianya Althaf kesemua orang, agar bermanfaat untuk semua dan tentu saja untuk yang membutuhkan.

NOTE : buat yang nanyain jadwal praktek Dr. Arry Rodjani silahkan langsung telp Rspi atau download aplikasinya Rspi ya. Dr. Arry Rodjani selain praktek di RSPI beliau praktek di Siloam asri kebon jeruk dan Rscm kencana. Untuk jadwal silahkan googling ya karena saya tidak hapal. πŸ‘πŸΌ

Baiklah, sekian dulu sharing saya tentang perjalanan Hipospadianya Althaf. Semoga sharing ini bermanfaat buat semua ya.

(Buat yang mau curhat tentang hipospadia boleh DM aku ke Instagram saja ya di @mommykece_).

Terimakasih πŸ™πŸΌ

Salam,

@mommykece_

apa itu HIPOSPADIA?

 

Hipospadia adalah kondisi di mana uretra tidak berada di posisi yang normal. … Dalam kondisi normal, lubang uretra terletak tepat di ujung penis untuk mengeluarkan urine. Tetapi pada pengidap hipospadia, lubang uretra justru berada di bagian bawah penis.

Hipospadia diduga disebabkan oleh terhambatnya kerja hormon testosteron tersebut, sehinga pertumbuhan penis menjadi terganggu. Terdapat beberapa faktor yang diduga dapat memicu hipospadia.

Berikut diantaranya:

  • Riwayat keluarga,
  • pengaruh usia perempuan yang hamil di atas 40 tahun,
  • paparan rokok ,
  • senyawa kimiawi selama kehamilan, terutama pestisida.gejala-gejala hipospadia lainnya cenderung terlihat mirip. Di antaranya adalah:
  • Kulup yang terlihat menaungi ujung penis. Ini terjadi karena kulup tidak berkembang di bagian bawah penis.
  • Penis yang melengkung ke bawah akibat terjadinya pengencangan jaringan di bawah penis.
  • Percikan abnormal yang terjadi saat buang air kecil.

Bawalah anak ke dokter jika Mama melihat gejala-gejala di atas padanya, terutama lokasi lubang uretra yang abnormal.

Jika tidak ditangani dengan benar, maka penderita hipospadia dapat terkena beberapa komplikasi seperti:

  • Gangguan akibat ejakulasi tidak normal.
  • Anak kesulitan untuk belajar buang air kecil di kamar kecil.
  • Penis melengkung tidak normal saat ereksi..
  • Bentuk penis tidak normal.
  • Gangguan psikologis, karena penderita cenderung tidak percaya diri karena kondisi alat vitalnya.

sumber :Β https://www.popmama.com/baby/0-6-months/sarrah-ulfah/fakta-menganai-hipospadia-kelainan-penis-pada-bayi

berikut gambaran hipospadia sumber saya ambil dari google ya…

Β  Β 

 

Menurut yang saya baca dan yang saya dapat, hipospadia itu terbagi atas 3 tipe yaitu :

  1. Tipe sederhana atau tipe anterior terletak di anterior yang terdiri dari tipe glandular dan coronal. pada tipe ini meastus terletak pada pangkal glands penis. secara klinis kelainan ini bersifat asimtomatik dan tidak memerlukan tindakan. tetapi bila meastus agak sempit dapat dilakukan dilatasi atau meatotomi.

  2. Tipe penil atau time middle yang terdiri dari distal penile, proksimal penile, dan peneescrotal. Pada tipe ini, meastus terletak antara glands penis dan skotum. biasanya disertai dengan kelainan penyerta, yaitu tidak adanya kulit prepusium. Biasanya disertai dengan kelainan penyerta, yaitu tidak adanya kulit prepusium bagian ventral, sehingga penis terlihat melengkung kebawah atau glands penis menjadi pipih. Pada kelainan tipe ini, diperlikan interverensi tindakan bedah secara bertahap, mengingat kulit dibagian ventral prepusium tidak ada maka sebaiknya pada bayi tidak dilakukan sirkumsisi karena sisa kulit yang ada dapat berguna untuk Β tindakan bedah selanjutnya.

  3. Tipe posterior, pada tipe ini terdiri dari tipe scrotal dan perineal. pada tipe ini umumnya pertumbuhan penis akan terganggu, kadang disertai dengan skrotum bifida, meastus uretra terbuka lebar dan umumnya testis tidak turun

sumber :Β https://www.academia.edu/12967984/hipospadia

jadi sudah tau ya apa itu hipospadia? semoga dengan adanya tulisan ini jadi lebih mudah mengetahui apa itu hipospadia.

next lanjutan cerita bagaimana dari awal saya mengetahui anak saya hipospadia, cerita dari awal operasi, penanganan dan masa penyembuhan.

buat yang may sharing tentang hipospadia bisa ke IG saya ya di @mommykece_ atau ke divi.2001@gmail.com

 

 

mommykece_