Demam Berdarah pada anak…

Di Tulisan kali ini mamak mau sharing soal pengalaman anak terkena DB (Demam Berdarah), sedih banget begitu tau anak kena DB, gak pernah ada dibayangan mamak saat itu…

Seminggu sebelum Althaf Terdiagnosa DB, hari pertama di minggu pertama itu anak ini sempet demam yang cukup tinggi selama 3 hari, mamak gak begitu khawatir mengingat anak-anak kalau demam itu pasti ya tembus di angka 40 derajat celcius, hari ke 4 demam turun ya seperti biasa kalau udah demam ya kasih penurun panas, perbanyak cairan dan istirahat.

Demam masih aman, meskipun tinggi ya dia cuek aja gak ada gelisah atau apapun paling cuma tidur aja, memang after demam itu setiap pulang sekolah dia langsung tidur bangun jam 5 sore ngaji abis isya udah tidur lagi wah terbaiq deh gak kayak biasanya, hari ke 4,5,6 demam gak naik lagi ya mamak pikir sudah sembuh deh ya.

Tetapi di hari ke 7 demam itu kembali datang dan ini kejadiannya disekolah, mamak di hubungin oleh Wali Kelasnya meminta mamak segera menjemput Althaf karena demam cukup tinggi, gak pake ba bi bu langsung buru-buru jemput Althaf, begitu sampe rumah after jemput mamak termo dan ada di angka 40 ya cukup tinggi, dirumah paksa makan dan lanjut minum obat kemudian tidur.

Keanehan dimulai, tiap tidur pasti ada gelisah teriak-teriak kayaknya badannya linu semua, badannya sakit gak nyaman juga mungkin dengan rasa demamnya padahal, biasanya demam tinggi pun dia gak gelisah kayak gini.

Hari ke 8 akhirnya mamak mutusin buat ke Dokter Sander langganan bocil, buat yang mau tau ada dimana aja nanti mamak kasih alamat dan jadwal prakteknya dibawah ini ya…

Didalam perjalanan mamak otw Dokter Sander, Althaf mimisan yang cukup banyak persekian detik, sebenernya selama demam kejadian mimisan ini bukan hal yang aneh ya, karena anak ini selaput hidungnya cukup tipis bersin aja bisa berdarah hidungnya karena robek selaputnya, yang tadinya mamak sempet mikir ada apa ya ini anak apakah demam biasa atau demam berdarah? tapi perasaan batin mamak ini gak bisa bohong mamak menduga ada yang aneh, karena biasanya palingan mimisan ya sekali dua kali dalam demam ini kok terus berulang dan puncaknya disekian detik selama perjalanan di mobil.

Karena mimisan itu akhirnya mamak coba buat browsing nyari gelaja-gelaja lain soal demam berdarah, dan ya salah satunya mimisan.

Pusing, iya anak ini juga mengeluh sangat amat pusing kalau udah kumat pusingnya dia bisa teriak-teriak dan gelisah parah, sampe kadang mamaknya suka ngoceh sendirian ini anak kenapa sih gak biasanya begini!

Begitu sampai dokter dan menjelaskan gejala yang dari awal demam di minggu pertama hari pertama  kemudian turun kemudian naik lagi, mimisan berulang akhirnya Dokter Sander bilang “kalau plana kuda biasanya begitu demam turun menjadi pendarahan, berbeda dengan ini yang demam turun kemudian naik lagi baru terjadi pendarahan” akhirnya di diagnosa Radang Tenggorokan, Pilek dan Batuk.

Karena mamak takut demam berdarah jadi mamak kekeh minta rujukan lab yang akhirnya dikasih dan tepat di hari minggu mamak coba cek lab ke prodia dan drama dimulai!

Apa saja dramanya? Yuk simak!

Pengambilan darah cukup drama, drama disini bukan prodianya bertele-tele ya moms, tetapi Althafnya yang cukup drama takut padahal biasa dia diambil darah karena dulu sempet rutin cek adb.

After dicek darah kita harus menunggu sekian jam untuk mengunggu hasil keluar, karena mamak gak mau nunggu diprodia seperti biasa mamak memilih di emailkan saja hasil lab tersebut atau melihat hasil lab online.

Otw pulang after cek lab, kita berinisiatif makan dulu di salah satu resto kesenengan bocil, ya maksud hati agar si Althaf mau makan. Tapi ternyata masih mogok makan sambil menunggu adiknya makan mamak dapet telp dari prodia (kirain hasil sudah keluar) ternyata hasil trombonya rancu karena bergumpal, ada dua kemungkinan disini kemungkinan tromobositnya sudah ngedrop banget atau karena si Althaf tegang saat pengambilan darah.

Akhirnya kami memutuskan kembali untuk dicek ulang (tentu saja kita tidak diminta untuk membayar tambahan atau dikenakan biaya lagi ya moms, ini udah gak bayar-bayar lagi). Pengambilan darah kedua selesai dan kami pulang kerumah sambil H2C menunggu hasil lab.

Sekitar jam 1 siang mamak kaget kalau DB nya positif dan Trombositnya turun banget, gak pakai basa basi kita coba hubungin Dokter Sander berharap kita bisa rawat di rumah sakit biasanya dokter praktek (antara Brawijaya dan Rspi) ternyata Beliau akan cuti, alhasil beliau menyarankan untuk segera dirawat di lokasi dekat rumah saja (beliau tau saya dibogor), setelah berfikir dan coba tanya beberapa temen untuk compare perawatan di 2 rumah sakit dibogor yak beberapa teman menyarankan “PMI” saja dan yah ahamdulillah kami berada di Rumah Sakit yang tepat.

Saya langsung ke UGD/IGD saya berikan hasil lab dan chat rujukan dari Dokter Sander yang memang menyuruh kami untuk segera ke Rs (fyi Althaf cukup letoy saat itu).

Selingan mamak bahas plusnya Rs PMI bogor dulu ya :

  • UGD/IGD nya nampaknya dibedakan antara anak-anak dan pasien dewasa serta pasien gawat.
  • Perawat bagian labnya cukup lihay menangani anak sehingga tidak banyak drama saat itu.
  • Sistem pembayarannya sangat dipermudah, saya tidak diminta melakukan deposit saat itu juga, akan tetapi saya diperbolehkan menyelesaikannya 2x24jam seingat saya jadi saya cukup dimudahkan karena saya membawa bayi saat itu dan suami saya juga gak bisa ninggal-ninggalin Althaf diruang UGD/IGD sementara saya sibuk dengan Dean.
  • Untuk ruangan saat itu saya dapat di VIP paviliun SUJUDI yang mana ini menurut saya ekslusif di PMI, karena ruangannya yang beda sendiri alias terpisah.
  • Dalam kamar silver 01, saya mendapatkan pelayanan yang super baik, perawat dan servis kebersihannya cukup baik, tersedia kitchen set atau lemari makan lah atau dapur embuh, serta mendapatkan perlengkapan makan, gelas, cangkir, bahkan buah satu piring (ya kalo di hotel kayak welcome drink gitu kali ya) ehehe.
  • Dan anak-anak mendapatkan baju ganti setiap hari (beberapa rs tidak menyediakan ini atau ada yang beralasan tidak menyediakan baju anak-anak).

Oke lanjut lagi ke cerita Althaf Demam Berdarah!!

Hari pertama di Rs cukup drama karena anak ini masih tidur aja, belum mau makan dan kurang minum.

Sebagai emak-emak yang keder, dan pengen cepet anaknya pulang kerumah karena mamak bawa adeknya yang bontot ke Rs bahkan ikut nginep itu rasanya sedih banget.

Mamak beli angkak dan sari kurma lewat tokopedia serta minta dikirim secara instant lewat gojek untuk diberikan ke Althaf saat itu.

Karena infonya angkak mempercepat kenaikan trombosit, meskipun yang mamak tau biasanya kalau DB itu akan turun trombositnya hingga hari ke 5 kemudian akan naik dengan sendirinya ketika trombosit sudah naik maka trombosit akan naik terus. Jadi pemberian angkak pun diragukan (menurut perawat sih begitu). Makanya mamak punya angkak ya mamak umpetin kedalam kitchen set RS. Ehehe

Hari ke 3 anak bontot dijemput paksa sama yangtinya karena kasihan dia tidur di Rs, mamak pun tidur uring-uringan hiks dan berharap hari ke 4 wajib pulang!!

Setiap hari Trombosit di cek, dan hasilnya semakin turun sejak hari pertama dirawat Sampai hari ke 3.

Hari ke 4 dicek dan mulai naik trombosit si Althaf. (Hari ke 4 ini hitungan hari di rawat ya, jadi althaf itu hari pertama di rawat sudah hari ke 2 perkiraan trombosit turun makanya mimisannya sudah heboh).

Dan drama dimulai dokternya lama banget datengnya lama banget visitnya bikin mamak stress. Entah gue susah banget nemuin dokter yang bisa sehati sama mamak beranak 3 ini, kenapa? Dokter Sander itu kalau visit keruangan menjelaskan tidak buru-buru, semua yang saya tanya dijawab dengan jelas meskipun dipolinya pasiennya membeludag tapi kami yang dirawat mempunyai hak yang sama gitu loh. Padahal dokter yuswiadhi ini pas kontrol Althaf cukup sangat jelas dan detail penjelasannya tapi kenapa kalau visit kayak keburu-buru pulang ditunggu istri pak. Hiks… semoga bisa lebih baik ya pak โœŒ๐Ÿป

Akhirnya jam 3 sore dokternya visit menginfo boleh pulang asal nanti kontrol ya.

Lalu selama di Rs treatment apa saja yang diberikan Dokter Yuswiadhi? Selama di Rs pemberian Parasetamol Berkala 4 jam sekali karena dimasa-masa trombosit turun demam akan turun naik.

Apakah pemberian Antibiotik Diperlukan? Tidak!! Dokter yuswiadhi tidak memberikan obat Antibiotik selama Althaf dirawat karena demam berdarah

Pemberian obat FLU DAN BATUK, Iya karena Althaf saat itu disertai Flu dan Batuk yang cukup menyiksa bahkan pileknya cukup mengganggu jadi diberikan obat tambahan.

Infus cairan, agar Althaf tidak dehidrasi karena susah minum mulutnya banyak sariawan, tetapi tetap kami paksa untuk minum.

Jadi apa saja CIRI DEMAM BERDARAH yang di rasakan Althaf kemarin?

  • Demam yang cukup tinggi dan turun naik, biasanya demam cukup mengganggu di malam hari.
  • Mimisan yang berulang. (Meskipun althaf memang suka mimisan karena selaput hidungnya tipis tapi tidak semengerikan saat itu)
  • Sakit kepala yang sangat hebat, kalau sakit kepala dia teriak-teriak bikin emaknya ikutan teriak.
  • Linu dibeberapa bagian tubuhnya, menurut pengakuan si Althaf.
  • Tidak adanya Ruam seperti ciri khas demam berdarah, karena biasanya anak-anak yang terkena demam berdarah memiliki ciri yang khas ruam dikulit tapi tidak dengan Althaf.
  • Mulut pecah-pecah, bahkan sariawan di gusi.

Sekarang, mamak jadi parno setiap habis mandi mamak semprotin anak-anak pakai anti nyamuk khusus agar terhindar dari demam berdarah, ya ikhtiar jika memang dikasih rejeki sakit lagi ya di nikmatin.

Yah segitu dulu cerita mamak soal demam berdarah, semoga bermanfaat buat semua ya.

Semoga kita semua diberikan kesehatan dan umur yang panjang, Aamiin.

Salam,

@mommykece_

Perjalanan Hipospadia Mas Althaf

 

 

Sebelum masuk ruang operasi.

 

Setelah mama sharing goal Hipospadia di instagram akhirnya banyak banget mamak di DM sama orang-orang yang ngalamin kondisi Hipospadia mulai dari yang ringan sampai kasus berat, bahkan ada yang bilang “itukan aib mom kenapa dishare?” disini saya sekaligus menegaskan “INI BUKAN AIB”

Perlu diketahui ini keistimewaan yang Allah kasih ke Althaf agar mamak lebih banyak belajar sehingga mamak juga bisa berbagi cerita soal yang tadinya banyak orang gak tau kondisi ini menjadi tau kondisi ini.

lanjut, mamak edit tulisan ini agar temen-temen semua lebih gampang membacanya ya.

Kapan sih mamak tau kalau mas Althaf itu istimewa atau hipospadia?

Sebenernya mamak tau sudah saat anak ini lahir, kalo ditanya bentuknya (seperti bayi yang sudah disunat). Karena tidak merasa berkhitan sejak bayi maka mamak udah notice ada yang berbeda pada kelamin si anak. mamak ngebandingin sama dua keponakan laki-laki yang pernah mamak urus. Jadi mamak sempet galau “kok berbeda”, waktu si anak lahir dia sempat masuk NICU karena satu hal bukan karena keistimewaan kelaminnya ya, disitu mamak sempat menanyakan dengan Dsa yang memang standby di NICU dan beliau menyatakan “enggak kenapa-kenapa buktinya pipisnya masih dikepala penis”. Baik akhirnya mamak santai banget nanggepinnya, tapi namanya perasaan seorang ibu enggak bisa dibohongin gais. Gak sampai disitu mamak pindah Dsa kedua beliau bilang “enggak apa-apa mama ini kan lubang pipisnya gak masalah”. Akhirnya mamak berfikiran kalo semua ini memang aman, udah dua Dsa yang info gpp. Singkat cerita karena suatu hal mamak pindah ke Dsa lain dan mamak nanya bilang ke Dokter ke Tiga ini “dokter ini mikro penis bukan sih?” beliau bilang “bukan!! tapi ini gak bisa di sunat biasa bu harus dengan dokter bedah coba ya ibu ke Dr.Arry Rodjani di RSPI ya, nanti saja nunggu anaknya siap jangan sekarang”. saat itu usia anak mamak sudah 3 tahun. Menurutnya karena pipisnya tidak masalah juga jadi gak perlu buru-buru untuk memutuskan untuk berkhitan, karena bagaimanapun pasti membutuhkan koreksi si penis dan karena masa penyembuhan akan lama sekali takutnya si anak jadi trauma dan tidak siap kalau anak tidak siap penyembuhan akan lama.

Lanjut,

Selang berulang tahun, tepat di usia 7 tahun lebih 2 bulan si anak meminta sunat. Akhirnya, mamak dan bapaknya buru-buru buka buku yang ditulis nama dokter yang diarahkan Dokter Sander, Dokter anak ku selama ini, kemudian kami bikin janji dengan Dokter Arry Rodjani setelah 1x batal bikin janji karna Dokter Arry sedang ada urusan akhirnya di perjanjian ke 2 mamak berhasil ketemu dengan beliau.

persiapan operasi, diukur dulu suhunya, cek darah, tensi dengan didampingi dokter anak.
persiapan masuk ruang operasi, disini agak molor 2 jam hehe

Kesan pertama ketemu Dokter Arry Rodjani ini adalah dokter yang sangat cool. Ehehe percaya atau tidak Althaf yang tadinya agak susah untuk berinteraksi dengan orang baru langsung manut masuk ruangan, tiduran dan diperiksa biasanya agak malu-malu kucing, apalagi memperlihatkan bagian yang sangat intim. Entah karna pembawaan Dokternya yang bikin nyaman atau memang Althafnya yang sudah sangat siap untuk berkhitan (yess di awal dia taunya dia berkhitan).

Begitu diperiksa, Dr.Arry Rodjani pun bilang, ini gak terlalu perlu banyak perbaikan tipe granular (sambil menggambarkan) bahwa kasus Althaf masih bisa dikatakan ini masih ringan sekali kok, tidak perlu dibuatkan saluran kencing baru, karena pada kasusnya Althaf kondisi lubang pipis hampir tepat pada posisi yang normal bahkan hampir normal akan tetapi agak kebawah dan agak sempit, memang terlihat agak bengkok karna ada tali mengikat diantara buah zakar dan penis. (sengaja di bold agar yang baca nanti gak perlu membahas ini lagi atau menanyakan ini lagi).

Lalu apa yang harus dilakukan?

Mengkoreksi  lubang pipis agar lubang pipis menjadi lebih besar dan merekonstruksi (melepas) tali yang mengikat dibawah penis dan buah zakar agar tidak terlihat bengkok lagi.

Berapa Biaya yang mamak keluarkan untuk Operasi Hipospadia?

Iya pertama yang saya tanyakan selain prosedur operasi adalah biaya, kemudian Dr.Arry menyerahkan selembar kertas berisikan tulisan yang saya gak ngerti hehe, untuk dibawakan ke kasir lantai bawah untuk mengetahui estimasi biaya yang akan dikeluarkan untuk operasi hipospadia jenis Althaf. Jadi berapa biaya yang saya keluarkan? karena banyak sekali yang menanyakan hal ini bolak balik lama-lama mamak pegel juga jadi mamak share sekalian disini ya. Biaya yang mamak keluarkan untuk operasi Hipospadia, dengan menggunakan kelas VIP dan 2 malam menginap di Rumah Sakit sebesar 60jt rupiah. harga itu sudah termasuk biaya lab sebelum tindakan operasi. FYI tindakan operasi ini dibulan Januari 2018, dan saya diingatkan oleh kasir bahwa februari 2018 biaya operasi akan naik sekitar 20% berikut dengan harga kamarnya, artinya kenaikan menyeluruh.

Berapa lama Operasi Hipospadia dilakukan? 

Nah ini banyak banget yang nanyain ini, sekalian deh mamak bahas disini. Operasi kurang lebih dilakukan sekitar 2 jam, jadwal kemarin harusnya pukul 19.30 akan tetapi karena dokter Arry Rodjani ada tindakan mendadak akhirnya sedikit molor. Fyi buat saya tidak masalah untuk waktu yang molor karena saya yakin disetiap detik dan waktu yang sudah disiapkan Allah itu waktu yang terbaik. Akhirnya operasi dilakukan pukul 21.00 dan selesai pukul 23.00. Begitu selesai tidak langsung dibawa keruang rawat, akan tetapi dipos kan dulu di ruangan pemulihan sampai anak tersadar dari obat bius. FYI jangan heran juga karena si anak ada penjepit dilidah agar lidah tidak menutupi pernafasan sesaat sedang tertidur dalam pengaruh obat tidur. Begitu tersadar penjepit lidah akan terlepas kok. Dan satu hal lagi selama masa pemulihan diruangan itu anak pun diberikan selimut hangat jadi anak tidak kedinginan.

Dimana Operasi Hipospadia dilakukan? 

Operasi dilakukan di Jakarta Selatan, tepatnya di Rumah Sakit Pondok Indah atau singkatnya RSPI.

Kemudian apa saja yang ditanyakan dengan Dokter Arry Rodjani saat persiapan Operasi?

  • Saya tanyakan lagi berapa lama kira-kira untuk menginap di rumah sakit
  • Menanyakan masa penyembuhan berapa lama? Beliau mengatakan masing-masing anak kondisi pemulihannya berbeda jadi tidak dapat dipastikan, untuk luka sih cepet ya tapi untuk normalnya keseluruhan paling tidak kurang lebih 3 bulan, nanti after tindakan operasi akan dicek kembali.
  • Apakah saya langsung menentukan jadwal operasi? Tidak, saya tidak lantas langsung menentukan jadwal operasi, tapi saya kebawah melihat biaya estimasi (perkiraan) biaya operasi mulai dari kamar rawat dan biaya lain-lain, oh ya saya menggunakan kelas VIP dikarenakan pastinya ingin tingkat kenyamanan terjaga apalagi pasca operasi takutnya si anak tidak nyaman dengan sekitar dan mempertimbangkan saya bawa adik nya Althaf saat itu jadi kenyamanan saya pertimbangkan.

Pernah gak setelah tau biayanya dan ketemu dokternya kepikiran untuk nyari dokter lain?

Ya kami sempat mencari Dokter urologi yang berkompeten dibidangnya lagi digoogle dan dibeberapa kenalan teman-teman yang paham akan kondisi Althaf, tetap jatuhnya ke beliau Dr.Arry Rodjani bahkan sampe video di Youtube pun selalu ketemu beliau membahas Hipospadia.. oke ini jawaban, sehingga saya dan sumi DEAL untuk oke kita kembali lagi ke Dr. Arry Rodjani untuk bikin jadwal tindakan. kemudian saya berfikir “untuk apa saya mencari dokter lain toh dokter ini untuk pertemuan pertama dengan Althaf aja udah sangat-sangat klik dan klop sama kita terus ngapai sih kita buang-buang waktu?”

Kemudian kami kembali dengan yakin dan meminta tanggal 28 january 2019 dilakukan tindakan operasi pada Althaf, dan keluarlah estimasi tindakan lagi, ya harga berubah lumayan jauh dari angka pertama. Bayangkan dari keluar estimasi biaya 30jt dan finish di angka 50 sekian juta saat itu. Ya ini perlu digaris bawahi nominal itu masih estimasi bukan FINAL!

Begitu di hari dimana Althaf tindakan, kami dipertemukan dengan Dsa yang memang menggantikan Dsa anak-anak karna Dsa anak-anak Dr. Sander. D Teddy Sp.A sedang tidak praktek (salahnya saya enggak koordinasi dulu dengan Dokter Sander saat booked tanggal). Tapi jangan sedih ada juga Dsa pengganti enggak kalah enaknya diajak konsultasi yaitu, Dr. S Harry Purwanto. Sp.A (K). Beliau ramah sekali dan anak langsung dekat, beliau cukup menenangkan bahwa Althaf anak yang hebat dan akan baik-baik saja.

Tidak sampai disitu, ada dokter anastesi yang visit juga sebelum tindakan operasi berlangsung beliau adalah Dr. Cristopher Kapuangan Sp.An K.A.P.  Beliau juga cukup menjelaskan tindakan anastesi yang akan dilakukan dan berpuasa sebelum tindakan kurang lebih 4-6 jam. Tidak makan dan tidak minum tapi untuk kondisi Althaf 4 jam saja cukup, jangan terlalu banyak makan besar takutnya mual saat tindakan pembiusan. Minum boleh tapi air putih saja (jelas Althaf bersorak-sorak secara makan adalah hobby terindah dia).

Anastesi yang diberikan seperti apa?

Tindakan anastesi dilakukan diruangan operasi sebelum tindakan. Setelah anak tertidur, yang pertama si anak disuruh menghirup uap seperti teknik inhalasi. Nanti begitu anak tertidur akan dilakukan pembiusan total dengan menyuntikan dibagian tertentu.

Apakah bisa menemani si anak saat dioperasi?

Semua tergantung kebijakan Dokter dan Rumah Sakit tentunya. Kemarin saya hanya diizinkan untuk menemani masuk dari ruang persiapan operasi sampai masuk keruang operasinya sampai si anak tertidur menghirup obat bius, begitu obat bius bekerja dan si anak tertidur pulas maka saya pun dipersilahkan keluar. Dan menunggu diruang tunggu, saya akan dipanggil lagi begitu operasi selesai dan kembali menemani diruangan pemulihan.

Apakah bertemu dokter setelah operasi selesai? 

Ya sudah pasti  Dr. Arry Rodjani menemui kami untuk menjelaskan operasi berjalan baik-baik saja, dan apa saja yang di lakukan didalam sana, kemudian apa yang harus kami lakukan after operasi. Alhamdulillah tidak ada pantangan sudah boleh langsung pipis jika si anak sudah sadar dan meminta pipis, menjelaskan obat-obatan yang diberikan juga untuk menunjang penyembuhan after operasi.

Begitupun dengan dokter anastesi Dr. Crishtopher, beliau memberikan info bahwa semua berjalan dengan lancar. yang saya ingat dari beliau menyarankan saya untuk “Membangunkannya bertahap jangan dipaksa nanti pusing, boleh langsung makan tapi better tidak makan makanan berat dulu mungkin boleh biskuit atau roti dulu, besok pagi baru boleh berikan makanan berat, obat anti nyeripun diminumkan”. Dan enggak neko-neko obat yang dikasih only tempra, proris secara selang seling 4 jam sekali. (Jadi contohnya sekarang tempra kemudian 4jam kemudian proris begitu)

Bagaimana proses after operasi kemarin?

Tidak ada yang bagaimana- bagaimana, semua berjalan apa adanya normal tanpa ada yang perlu dikhawatirkan. Anak sudah bisa langsung pipis ke kamar mandi karena tidak ada pemasangan kateter.

Esoknya masih dalam kekuasaan obat bius jadi bangun cuma pipis dan tidur lagi, belum mau makan karena matanya lebih berat. Dia bangun hanya makan satu suap sampai dua suap kemudian minum obat pereda nyeri kemudian tidur lagi.

After operasi rewel atau tidak?

Tidak, sama sekali tidak rewel. Semua baik-baik saja, bahkan diluar ekspektasi saya. Ya, karena saya sempat menyiapkan diri saya jika si anak rewel bagaimana dan sempet ketar-ketir ketakutan sendiri ngadepin kerewelannya. Ternyata semua baik-baik saja dan sangat baik-baik saja.

 

setelah keluar dari ruang operasi dan masih diruang pemulihan

Kalau ada yang nanya kok bisa? Saya gak tau apakah karna anastesinya sebagus itu atau emang ambang batas sakit orang itu berbeda-beda. Atau mungkin biusnya sebagus itu saya gak ngerti yang saya hadapin semua sebaik itu dan sangat berjalan dengan baik-baik saja.

Apa saja larangan after operasi?

Enggak ada banyak banyak pantangan, makan pun tidak ada pantangan, mandi juga kemarin boleh dihari ke 2 (karena suster salah info tapi gak ada masalah sama mandi yang terlalu cepat kemarin). Namun setelah itu disuruh enggak mandi dulu sampai hari ke 4. BAK pun harus tetap disiram air luka bekas operasinya (proses ini tuh sama aja dengan khitan untuk kondisi granularnya Althaf), hanya saja tidak boleh main sepeda dulu kurang lebih sampai 3 bulanan. ehehe (ini berat buat Althaf) karna sempet kecolongan sekali dua kali buat naek sepeda, herannya dia seperti tidak kelihatan after operasi.

Obat apa saja yang diberikan oleh dokter after operasi?

  • Parasetamol dan Ibu profen (pereda nyeri) yang diberikan secara selang seling per4jam sekali.  Oh iya setelah pulang kerumah yang dibawakan hanya Parasetamolnya saja ibu profennya tidak dibekali kerumah. Tetapi setelah anak pulang kerumah dan terlihat seperti tidak ada rasa sakit maka pemberian pereda nyeri ini saya hentikan.
  • Antibiotik cuma diberikan sampai 5 hari, karna dihari kedua diberikan lewat infus jadi yang oral cuma 5 hari dihabiskan.
  • Saleb Steril (saleb mata gitu deh) ini dioleskan sesudah pipis dan sesudah mandi tipis-tipis.

Jadwal kontrolnya berapa kali setelah operasi?

  • Minggu pertama after operasi, dan  Althaf kontrol hasilnya sudah baik-baik saja, dokter memberikan tambahan obat oles untuk luka bekas jahitan yang masih terlihat disekitaran penis. Oh iya Althaf selama 2 minggu full menggunakan celana batok bahkan sekolahpun dia masih menggunakan celana batok. (Saya takut ketendang temennya ya maklum namanya laki-laki). Dokter juga menginfokan bahwa bentuk penis akan bagus bertahap after 3 bulan operasi.
  • Kontrol 3 bulan kedepan, update ya sudah kontrol dan semua baik-baik saja.
  • Kontrol 1 tahun after operasi, nanti saya update disini ya karena jadwalnya masih akhir january.

Pertanyaan pertanyaan lain juga saya share sekalian disini biar gak misah-misah.

Perlu berapa kali Operasi?

Anak saya hanya memerlukan 1 kali operasi saja, menurut Dokter Arry yang menanganinya kemarin. kasusnya Althaf sama lah dengan Berkhitan pada umumnya cuma prosesnya harus dengan Operasi dan ada sedikit koreksi.

Bisakah operasi Hipospadia menggunakan BPJS?

Tentu saja bisa, tinggal mencari rujukan rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS. Ada beberapa teman-teman hipospadia yang bahkan kasusnya lebih parah dari anak saya biaya dicover BPJS.

Kenapa saya tidak menggunakan BPJS?!

Ini banyak banget yang nanya, bahkan ada yang bilang sombong ke saya karena saya tidak menggunakan BPJS. Saya jelaskan disini ya kenapa saya tidak menggunakan BPJS.

  1. Karena dari awal saya berniat untuk ke RSPI yang mana setau saya tidak bekerja sama dengan BPJS.
  2. Rspi termasuk akses yang gampang dari rumah saya dibogor, masuk tol dan keluar tol enggak jauh jadi saya tidak mencari Rs lain saat itu yang bekerjasama dengan BPJS.
  3. Rujukan ini atas perintah dokter anak saya sehingga saya menuruti dan dokter yang ditunjuk sudah biasa menangani kasus Hipospadia.
  4. Penting, karena saya menginginkan jalur cepat tanpa harus menunggu, karena beberapa info dari teman yang menggunakan BPJS kita harus menunggu jadwal untuk operasi tetapi ada beberapa yang langsung diberikan jadwal.
  5. Tidak bisa mengantri terlalu lama karena saat itu saya punya bayi, penggunaan BPJS kita harus tau kemana step-stepnya yang harus kita datengin untuk mendapatkan jadwal operasi jadi saya memilih untuk menggunakan jalur pribadi ya moms.

Banyak yang nyinyir gak moms? (ini buaaanyak banget yang nanya)

Buanyaak sekali, contohnya deh ya

  1. Kok dirumah sakit mahal?
  2. Halah itu sih bisa-bisa ibunya saja yang pengen anaknya di sunat dirumah sakit lha wong di klinik saja bisa!
  3. Banyak gaya buang-buang duit!

Dan masih banyak hal nyinyir lain yang saya terima, kemudian apa jawaban saya? jawaban saya “ORA URUS! operasi pakai uang kami, yang bayar rumah sakit kami yang habis uangnya kami terus kalian ngapain? nyinyir? kurang bahagia hidup kalian”

Ada beberapa pertanyaan tambahan di instagram soal perasaan saya, Bagaimana perasaan saya ketika anak di diagnosa Hipospadia?

Jujur saja saya tidak seberapa kaget hanya saja saya baru tau ini namanya hipospadia, kok saya gak kaget? iya karena saat itu penis anak saya terlihat nampak seperti di khitan padahal belum berkhitan saat sesaat dilahirkan. Terus bagaimana perasaan saya? saat itu saya biasa aja kemudian mengumpulkan info sebanyak mungkin tentang hipospadia dan cerita-cerita hipospadia dari dalam negeri ataupun luar negeri. Saya mencari info sebanyak-banyaknya dan bercerita terbuka ke anak saya tentunya. Dan yang paling penting saya merasa hal ini perlu diinfokan dengan temen-temen diluar sana karena banyak temen-temen yang belum tau apa itu hipospadia. Justru saya bersyukur diberikan keistimewaan ini karena dengan ini saya bisa berbagi cerita tentang hipospadia, orang-orang yang tidak tau menjadi tau apa itu hipospadia. moms, HIPOSPADIA BUKAN HAL YANG MEMALUKAN tetapi HIPOSPADIA BISA DIKOREKSI.

Bagaimana saya meyakinkan anak saya bahwa dia berbeda?

Berbeda? tidak ada yang berbeda, anak saya laki-laki yang sama dengan laki-laki lainnya, hanya saja perlu sedikit koreksi pada bagian vitalnya dengan cara operasi dan sekalian berkhitan. Kenapa harus dioperasi sedangkan temannya dikhitan diklinik langsung pulang kerumah? ya karena kamu istimewa, perlu tindakan lebih untuk kasus istimewanya kamu, dirumah sakit dioperasi agar terjaga semuanya. Agar diberikan obat yang terbaik, dokter yang terbaik, dan kalau sakit ada dokter yang langsung ngobatin.

Perlukah berbohong untuk tindakan ini?

Tidak!, karena saya tidak mau ada kekecewaan anak saya atas tindakan operasi ini. Jadi kalau dia tanya “sakit atau enggak” saya akan mengatakan “sakit tapi sedikit, mas Althaf kan anak hebat jadi ya pasti berani”. Dan cara ini sangat terbaik saat itu. Jadi saran saya, jika anak moms sudah seusia anak saya dan sudah bisa di sounding maka saran saya jangan pernah membohongi anak, jangan pernah juga untuk menakut-nakutinya ya. Keterbukaan itu sangat diperlukan loh moms.

Ada juga beberapa curhatan temen-temen yang anak-anaknya hipospadia loh, contohnya….

  1. Saya tidak tega mom, kayaknya saya gak akan melakukan tindakan operasi deh, kasihan soalnya. “Please mom, kenapa harus enggak tega? ini itu kasus yang perlu ditindak lanjuti. Ini itu organ vital, kalau saya lebih baik saya lakukan yang terbaik saat ini daripada saat dewasa menyesal. Saya dapet curhatan dari 2 laki-laki yang usianya cukup matang untuk menikah, ya dua diantaranya HIPOSPADIA dan mereka tersadar setelah membaca share saya di instagram saya. Satu diantaranya berusia 22 Tahun dan baru sadar bahwa dia Hipospadia, menurut cerita dia sudah berkhitan namun lubang pipisnya tetap tidak berubah, yaitu ada ditengah batang penis, yang tentu saja kasus ini bukan kasus yang ringam. Kasus kedua seorang laki-laki beriusia 25 atau 26 Tahun yang siap menikah namun baru sadar bahwa dia Hipospadia setelah membaca postingan saya. Dan mereka berdua segera memastikan apakah benar mereka Hipospadia atau bukan dan ternyata diagnosanya adalah mereka Hipospadia. Bayangkan moms jika anak ini anak moms? selain mereka sudah dewasa dan kasihan dengan mereka, lainnya adalah operasi Hipospadia dewasa ini bukan biaya yang ringan.” 
  2. Saya gak punya uang mom, padahal disuruh operasinya kalau anak usia 3 Tahun tapi kayaknya saya gak mampu. “Please daftarkan diri anda dan keluarga BPJS gak usah pakai kelas yang paling tinggi kalau memang sangat memberatkan, pakai yang paling bawah saja. Dan gunakan BPJS sesuai prosedur yang ada, yang mudah gak usah dipakai ribet” 
  3. Kata orangtua saya anak saya sudah disunat mom, katanya disunat JIN. “Nah ini yang saya juga pernah alami, orang-orang yang nengokin anak saya waktu lahir banyak yang bilang keren sudah disunat jin! karena pada kasus granular ini penis seperti sudah terbuka dan tersunat loh. Terus kami percaya? enggak donk hari gini percaya gituan? logikanya dimana? yuk belajar lagi.

Jadi begitulah cerita hipospadia yang anak saya alami, ini kasus bisa diperbaiki kalau memang perlu diperbaiki secara tuntas kenapa harus menunggu nanti? kalau anak dari moms semua perlu dioperasi dengan segera lakukan segera, jika memang dokter menunda karena usia anak masih cukup bayi atau ada hal lain yang perlu dipertimbangkan ya turuti saja dokter yang menangani. Jika kurang puas dengan diagnosa dokter bagaimana? cari dokter lain untuk second opinion.

Please untuk lebih aware, untuk tidak mengatakan “tapi” dengan kasus-kasus seperti ini ya.

Kenapa saya mau sharing pengalaman ini? Karena masih banyak orang yang belum tau apa itu hipospadia, banyak juga orang yang tidak aware dengan hipospadia. Sehingga meniatkan saya untuk sharing perjalanan hipospadianya Althaf kesemua orang, agar bermanfaat untuk semua dan tentu saja untuk yang membutuhkan.

NOTE : buat yang nanyain jadwal praktek Dr. Arry Rodjani silahkan langsung telp Rspi atau download aplikasinya Rspi ya. Dr. Arry Rodjani selain praktek di RSPI beliau praktek di Siloam asri kebon jeruk dan Rscm kencana. Untuk jadwal silahkan googling ya karena saya tidak hapal. ๐Ÿ‘๐Ÿผ

Baiklah, sekian dulu sharing saya tentang perjalanan Hipospadianya Althaf. Semoga sharing ini bermanfaat buat semua ya.

(Buat yang mau curhat tentang hipospadia boleh DM aku ke Instagram saja ya di @mommykece_).

Terimakasih ๐Ÿ™๐Ÿผ

Salam,

@mommykece_